Kanibalisme Tersadis di Dunia: Orang Makan Orang!

Kanibalisme

Kanibalisme adalah fenomena dimana makhluk hidup memakan makhluk sejenisnya, seperti anjing yang memakan sesama anjing atau manusia yang memakan manusia. Terkadang, fenomena ini dikenal sebagai anthropophagus, yang berasal dari Bahasa Yunani anthrôpos yang berarti “manusia” dan phagein yang berarti “makan”. Secara etimologis, kata “kanibal” berasal dari Bahasa Belanda, yang mungkin berasal dari Bahasa Spanyol melalui perantara yang tidak jelas, “canibal” yang merujuk kepada orang-orang dari wilayah Karibia dimana fenomena ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah. Sekarang mari kita eksplorasi kasus kanibalisme yang paling menghebohkan yang pernah terjadi di dunia.

Suku Kanibal di Karibia Barat

Kanibalisme

Pada tahun 1492, Christoprus Colombus, sang penjelajah terkenal menemukan kepulauan Karibia, di mana ia menemukan penduduk asli yang hidup setengah telanjang dan ternyata praktik kanibalisme. Bagi bangsa Eropa pada saat itu, kanibalisme dianggap sebagai ancaman yang sangat besar, dan hal ini menjadi awal dari pembantaian dan eksploitasi terhadap penduduk asli.

Di Amerika Selatan, etnis Tupinamba yang tinggal di sekitar Brazilia, Paraguay, dan Argentina, memiliki tradisi menyantap tawanan perang sebagai bentuk balas dendam atas anggota keluarga yang tewas dalam pertempuran. Tradisi semacam ini dikenal sebagai Endokanibalisme, dan terus berlanjut hingga awal abad ke-17. Namun, setelah kedatangan bangsa Eropa, terutama Spanyol, suku ini mengalami penurunan jumlah dan sebagian besar berasimilasi dengan masyarakat Brazilia.

Di Amerika Serikat, bekas-bekas kanibalisme ditemukan yang dilakukan oleh Anasazis, suku Indian kuno yang telah punah sekitar 1.300 tahun yang lalu. Bukti-bukti meliputi debu dan pecahan tulang, tanda-tanda pengelupasan kulit kepala, mutilasi, luka bakar, dan praktik memanggang daging manusia di atas periuk.

Suku Aztec juga melakukan praktik kanibalisme sebagai bagian dari ritual keagamaan mereka. Awalnya, korban-korban berasal dari tawanan perang, tetapi kemudian praktik ini juga melibatkan anggota suku sendiri, diduga sebagai hukuman atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh anggota suku tersebut.

Suku Wari Melakukan Kanibalisme Sebagai Bentuk Cinta

kanibalisme

Orang-orang Wari, hingga tahun 1960-an, terlibat dalam dua jenis ritual kanibalisme: pemakaman dan perang. Namun, pada masa itu, para pekerja sosial pemerintah dan misionaris memaksa mereka untuk meninggalkan praktik kanibalisme. Bagi suku Wari, makan daging orang yang telah meninggal bukanlah tentang kekuasaan atau kesehatan, sebagaimana keyakinan suku lainnya, melainkan sebagai bagian dari ekspresi kesedihan dan penderitaan atas kepergian orang yang mereka cintai. Dalam upacara ritual kematian, mereka memakan bagian tubuh kerabat yang telah meninggal untuk membantu mereka menghadapi duka dan kesedihan yang menyertainya.

Suku Maori, Penghuni Asli Selandia Baru yang Mempraktekkan Kanibalisme

Suku Maori adalah pendatang pertama di Selandia Baru – tiba berabad-abad sebelum Eropa dengan budaya modern awal. Mereka telah mengenal praktek kanibalisme selama peperangan. Pada Oktober 1809 sebuah kapal narapidana Eropa diserang oleh sekelompok besar prajurit Maori sebagai balas dendam atas penganiayaan anak seorang kepala suku. Suku Maori membunuh sebagian besar dari 66 orang di penumpang kapal dan membawa korban mati dan hidup dari perahu dan kembali ke pantai untuk dimakan. Beberapa orang yang beruntung menemukan tempat persembunyian di dalam tiang kapal itu ketakutan karena mereka melihat teman-temannya sekapal dimakan oleh suku Maori selama dua hari.

Jeffrey Dahmer, Ganteng Tapi Kanibal

Jeffrey adalah seorang laki-laki biasa kelahiran Amerika pada tanggal 12 Mei 1960, yang konon katanya disebut-sebut sebagai Jack the Ripper ke-2, dan tak hanya itu saja, menurut sumber, Jeffrey juga melakukan kanibalisme pada setiap korban yang dibunuhnya. Masa kecil Jeffrey layaknya seperti keluarga normal lainnya. Jeffrey kecil bersekolah di SD Revere school dan pada saat itu dia mempunyai kebiasaan aneh yaitu memutilasi binatang-binatang yang sudah mati, seperti ketika anak kucing yang terlindas mobil dan badannya sudah hancur pun masih sempat di potong-potong lagi olehnya.

Kehidupan remaja Jeffrey pun makin menjadi!! Dia pemabuk berat dan mempunyai orientasi seks yang menyimpang, Jeffrey homo!!. Dan sejak itu dia mulai kencan dengan sesama jenisnya dan dia pun tidak segan-segan membunuh teman kencannya itu sendiri. Kegilaan Jeffrey pun semakin mantap dan paten pada saat dia tumbuh dewasa. Setiap ada party homo dia selalu datang dan membawa teman-teman kencannya, yang pastinya pria, dan setelah puas dengan hawa nafsunya, dibunuhlah teman kencannya itu dengan cara mutilasi atau mencincang. Semua korban dari kegiatan sadis jeffrey ini adalah laki-laki kisaran umur antara 14-36 tahun. Korban pertamanya, anak laki-laki berumur 14 tahun bernama Konerak Sinthasomphon.

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *